Maret


  • 1 Maret

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”  -Kolose 3:2

🌟Ingatlah, hidup kita ini sepenuhnya ada di tangan Tuhan, maka kita harus hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari yang kita jalani sekarang ini bisa saja merupakan hari terakhir bagi kita.

  • 2 Maret

“Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”  -2 Korintus 12:10

🌟Pada umumnya setiap orang memiliki kecenderungan untuk membanggakan dirinya atau bermegah karena memiliki kelebihan dibandingkan orang lain:  merasa berhasil, kuat, pintar, kaya, tampan, cantik, terkenal dan sebagainya.  Terlebih-lebih jika kita merasa bahwa kita tidak memerlukan Tuhan.  Berhati-hatilah!

  • 3 Maret

“…aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus,”  -Galatia 6:14

🌟Sesungguhnya Rasul Paulus memiliki alasan yang kuat untuk bermegah karena ia adalah orang yang cerdas dan pemberita Injil yang dipakai Tuhan secara luar biasa, tetapi ia tidak pernah membanggakan itu semua.  Rasul Paulus lebih senang dan rela di dalam kelemahan.  Mengapa?  Sebab di saat ia lemah ia akan selalu disadarkan bahwa kekuatan manusia itu sangat terbatas sehingga ia sangat memerlukan Tuhan setiap waktu.  Saat kita tidak mampu dan tidak berdaya dan kita menyerah pada Tuhan, saat itulah Tuhan akan campur tangan dan menyatakan kuasaNya atas kita.

  • 4 Maret

“…mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.”  -2 Tawarikh 20:3

🌟Dalam ketidakberdayaan kita, percayalah kepada Tuhan, karena Ia selalu punya cara yang ajaib untuk menolong kita!

  • 5 Maret

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.  Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” -Markus 8:36-37

🌟Apa yang kita banggakan dengan hidup ini?  Uang, harta, kekayaan, jabatan, popularitas?

  • 6 Maret

“Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.”  -1 Tesalonika 4:7

🌟Kehidupan anak-anak Tuhan harus berbeda dari dunia ini!  Kita harus bisa menjadi garam dunia dan terang dunia. Oleh karena itu kita harus menyadari ‘posisi’ kita ini.

  • 7 Maret

“Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah Tuhan, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.”  -2 Tawarikh 32:8

🌟Karena hidup ini begitu singkat, mari kita jalani hari-hari dengan hati yang takut akan Tuhan dan penuh ucapan syukur, karena seberat apa pun masalah yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!

  • 8 Maret

“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!” -Mazmur 27:13

🌟Tetaplah setia saat doa-doa mu belum dijawab.

  • 9 Maret

“…semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu,”  -Mazmur 25:3a

🌟Percayalah bahwa pertolongan Tuhan itu tidak pernah terlambat atau terlalu cepat, tapi selalu tepat pada waktuNya.

  • 10 Maret

“Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  -Mazmur 34:2

🌟Pada saat lemah dan takut Daud senantiasa memuji-muji Tuhan.  Ketahuilah bahwa ada kuasa yang dahsyat dalam pujian.

  • 11 Maret

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” -Mazmur 42:6-7

🌟Tekunlah berdoa dan naikkan pujian bagi Tuhan di segala keadaan, maka kita akan beroleh kekuatan menghadapi semuanya!

  • 12 Maret

“Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;”  -Mazmur 56:4

🌟Daud menyerahkan segala perkaranya kepada Tuhan dan terbukti bahwa Daud mengalami pembelaan dari Tuhan.

  • 13 Maret

“Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”  -Keluaran 14:14

🌟Berdiam diri di sini berarti kita memiliki penyerahan penuh kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan dalam segala perkara dan membiarkan Dia yang bertindak menggantikan kita.  Bukankah seringkali kita merasa mampu, lalu bertindak dengan mengandalkan kepintaran dan kekuatan sendiri mengatasi permasalahan yang kita alami, dan tidak  ‘berdiam diri’  dalam doa dan mencari hadirat Tuhan?

  • 14 Maret

“Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” -Amsal 10:19

🌟Kualitas seseorang salah satunya terlihat dari kemampuannya menguasai diri terhadap ucapan, karena kata-katanya akan menyatakan siapa dirinya.  Karena itu kita harus berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan.

  • 15 Maret

“…akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.” -Amsal 17:28

🌟Jika kita tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik, adalah lebih baik jika kita berdiam diri saja.

  • 16 Maret

“…kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” -1 Petrus 4:7

🌟Lebih baik mengambil sikap diam dan tenang, menyerahkan segala persoalan dan beban hidup kita kepada Tuhan.

  • 17 Maret

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” -Amsal 18:21

🌟 Ingat, ada kuasa dalam setiap perkataan kita. Oleh sebab itu perkatakan selalu hal-hal yang positif, maka semua yang baik akan terjadi dalam hidup kita.

  • 18 Maret

“Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,…”  Mazmur 34:15a

🌟Artinya kita harus hidup sesuai dengan firman Tuhan. Selama kita hidup dalam ketidaktaatan kita tidak akan pernah mengalami kebaikan Tuhan. Jadi jika selama ini kita telah menyimpang dari jalan Tuhan, jangan tunda waktu untuk segera bertobat!

  • 19 Maret

“…carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” -Mazmur 34:15b

🌟Jangan menyimpan kepahitan, dendam atau sakit hati!  Berilah pengampunan kepada semua orang, sebab jika kita tidak mengampuni orang lain, Tuhan juga tidak akan mengampuni dosa-dosa kita!

  • 20 Maret

“Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.” -Mazmur 73:1

🌟Keberadaan hati kita ini ibarat sebuah kebun. Begitu juga dengan hati, kita perlu menjaga, merawat dan menanaminya dengan benih yang baik dan positif yaitu firman Tuhan, sehingga isi hati kita bersih dari segala ‘kotoran’.

  • 21 Maret

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” -Ibrani 4:12

🌟Bagaimana kondisi hati kita saat ini?  Sudah bersihkah atau masih banyak ‘kotoran’, hal-hal jahat dan akar pahit yang terkandung di dalamnya?  Nah, supaya hati kita bersih dan murni, tidak ada jalan lain selain kita harus datang kepada Tuhan, berdoa dengan mencurahkan isi hati dengan jujur dan membuka hati untuk selalu dikoreksi oleh firmanNya, itulah proses menuju kemurnian hati, Jika hati kita tidak berkenan kepada Tuhan, maka ibadah dan pelayanan yang kita kerjakan juga sia-sia!

  • 22 Maret

“Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”  -Yohanes 15:4b

🌟Karena itu kita harus banyak menyediakan waktu untuk berdoa, membaca Alkitab dan mendengarkan firman itu setiap hari.  Jadi kita harus senantiasa melekat kepada Tuhan.

  • 23 Maret

“Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” -Yakobus 2:17

🌟Turuti dan lakukan firman Tuhan sehingga iman kita terus bertumbuh.

  • 24 Maret

“…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” -Roma 10:17

🌟Kita mendapatkan iman karena Tuhan berbicara kepada kita melalui firmanNya. Jadi kita berharap berdasarkan Firman Tuhan, bukan berdasarkan hasil pemikiran atau logika kita. Ketika Tuhan berbicara kepada kita melalui firmanNya, lalu kita percaya dan tetap berharap sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, inilah yang disebut iman, dan itu adalah langkah untuk mengalami mujizat dan pertolongan dari Tuhan.

  • 25 Maret

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” -Roma 12:11

🌟Mari kita tetap setia dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk melayani Tuhan!

  • 26 Maret

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.” -Galatia 6:4

🌟Sering kita jumpai banyak sekali anak-anak Tuhan yang lebih suka menjadi penonton daripada menjadi pemain, lebih suka banyak berkomentar, mengkritik dan membicarakan kelemahan (kekurangan) para pelayan Tuhan.

  • 27 Maret

“Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?” -Galatia 3:3

🌟Tuhan menghendaki kita untuk hidup menurut pimpinan Roh kudus dan tidak lagi menuruti keinginan daging.

  • 28 Maret

“…Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” -Roma 8:5

🌟Orang yang hidup dalam kedagingan adalah orang yang pikirannya selalu dikuasai oleh keinginan daging atau memikirkan hal-hal yang bersifat daging,

  • 29 Maret

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.  Percuma mereka beribadah kepada-Ku,” -Matius 15:8-9a

🌟Bisa saja secara fisik kita rajin dan aktif pergi ke gereja dan persekutuan tetapi pikiran dan hati kita tidak sepenuhnya tertuju kepada Tuhan. Atau kita sebagai penyandang dana pembangunan gereja, membantu fakir miskin dan anak-anak yatim piatu, tetapi motivasi hati kita tidak benar:  bukan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan tapi untuk memuliakan diri sendiri dan mencari pujian dari manusia.

  • 30 Maret

“Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” -Matius 23:28

🌟Selain itu orang yang hidup dalam kedagingan sama dengan orang yang munafik. Mereka menjalankan ibadah tapi tidak memiliki rasa takut akan Tuhan, tetapi saja hidup dalam ketidaktaatan.  Ibadahnya hanya sebatas lahiriah agar terlihat oleh orang lain. Tuhan sangat membenci orang-orang seperti ini.

  • 31 Maret

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” -Roma 8:8

🌟Segala perbuatan dosa atau kedagingan harus benar-benar kita tinggalkan.