Dijelekkan Orang Lain?


Kita semua menginginkan kebahagiaan, dan siapa pun akan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaannya. Namun, hidup memang tidak akan hanya berjalan pada titik aman dimana semua orang berbahagia, saling mengasihi, saling support, dan saling melengkapi. Kebahagiaan yang telah didapatkan seringkali terusik oleh hal-hal menyakitkan yang tak terduga. Terkadang sebaik-baiknya hal yang kita lakukan, selalu saja ada segelintir orang yang mencibir tak suka. selalu saja ada orang yang menemukan cara untuk menjatuhkan kita.

Begitulah kehidupan kita. Tidak ada yang sempurna. Di masa silam yang telah kita lalui (masa lalu), kita pasti pernah melakukan kecerobohan dan kesalahan-kesalahan. Hal-hal seperti itu juga yang kerap kali dijadikan senjata oleh orang yang iri bahkan membenci kita untuk menyerang, menjelekkan, menghina, dan merendahkan kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika kita lengah, maka kita akan terbawa oleh arus permainan yang mereka inginkan. Oleh karena itu, kita harus mampu mengendalikan diri kita untuk menghadapi mereka. Bagaimana?

1. Keep Calm

Siapa pun dia orangnya, ketika dirinya dijelekkan, dihina atau direndahkan sudah pasti ia akan marah, kecewa bahkan malu. Ketika diperhadapkan pada situasi seperti ini, janganlah membiarkan amarah menguasai, tetapi kontrollah diri kita untuk tetap tenang. Karena jika kita dikuasai oleh amarah, maka tak jarang kita akan melakukan hal-hal ceroboh yang akan menyusahkan diri kita sendiri. Jika kita tidak merasa seperti apa yang orang katakan, tak perlu ambil pusing. Dunia nggak bakalan runtuh hanya karena ada segelintir orang yang menjelekkan, menghina dan merendahkanmu.

Jika yang mereka katakan adalah bagian dari kesalahanmu di masa lalu, keep calm, baby!  Semua orang pernah melakukan kesalahan, yang terpenting adalah melangkah memperbaiki diri. Kamu tidak hidup di masa lalumu. Just Enjoy Your Life!

2. Tak Perlu Menjelaskan Kebenarannya Kepada Mereka Yang Menjelekkan, Menghina Dan Merendahkanmu

Ketika kita dijelekkan dihina dan direndahkan, sering kali saat itu juga kita berusaha untuk menjelaskan kebenaran tentang diri kita kepada orang yang telah menghina dan merendahkan kita. Sesungguhnya ini adalah pekerjaan yang sia-sia. Sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya kita memberikan penjelasan, orang yang iri, memiliki pikiran negatif dan membenci kita, tidak akan pernah mempercayainya dan akan selalu menemukan alasan atau argumen untuk menjatuhkan kita.

Yang perlu kita sadari adalah, dunia luar mungkin akan terpengaruh dengan apa yang mereka katakan, tetapi orang-orang terdekat kita tidak akan mempercayainya, karena mereka lebih mengenal dan mengetahui seperti apa diri kita sebenarnya.

3. Just Give Them Your Pretty Smile

Saat dijelekkan, dihina dan direndahkan, kerap kali kita ingin untuk membalas dengan melakukan hal yang sama kepada mereka. Akan tetapi, hal yang sesungguhnya lebih baik untuk kita lakukan adalah tidak membalas perbuatan mereka. Why? Karena dengan membalas perbuatan mereka, tidak serta merta menjadikan kita pemenang. Justru ketika kita membalas, kita terlihat tak ada bedanya dengan mereka. Biarkanlah mereka bertindak sesuka hati mereka. Ketika kita tidak mempedulikan apa yang mereka lakukan, maka mereka akan bosan dan berhenti dengan sendirinya.

Tersenyum akan memberikan satu pukulan telak bagi orang yang menjelekkan, menghina dan merendahkan kita, serta menunjukan bahwa kita tak terpengaruh dengan apa yang mereka katakan dan lakukan.

4. Berterimakasihlah Kepada Mereka

Ucapkanlah terima kasih kepada mereka karena dengan segala keberanian mereka telah menunjukan penilaian mereka terhadapmu, meskipun untuk hal yang tidak kamu anggap benar.

Ucapkanlah juga terima kasih karena akibat penghinaan yang mereka lakukan, membuatmu semakin tegar dan mendewasa, serta menjadi motivasi bagimu untuk lebih memperbaiki diri

5. Teruslah Berjuang Mengejar Kesuksesanmu

Biarkanlah dunia berkata apapun tentang dirimu. Hal penting yang harus kamu lakukan adalah tetap fokus dan berjuang mengejar kesuksesanmu, karena ketika kamu mencapai kesuksesanmu itu, maka setiap mulut yang pernah menjelekkan, menghina atau merendahkanmu akan menutup dengan sendirinya dan akan berubah menjadi tepukan tangan.

Jangan biarkan gosip, hinaan dan cemoohan menghambat kesuksesanmu. Selain itu, jangan pernah menjelekkan, menghina atau merendahkan orang lain.

Meskipun orang-orang yang membicarakan tidak merugikan secara langsung, tetapi hasil dari gosip selalu merusak kepercayaan dan menyakiti perasaan. Gosip dapat didefinisikan sebagai informasi tentang perilaku atau kehidupan pribadi orang lain, yang seringkali tanpa berdasarkan kebenaran yang sepenuhnya. Firman Tuhan memperingatkan kita untuk menjauh dari orang-orang yang bergosip dan menjaga kata-kata ketika kita berbicara tentang orang lain!

Alkitab juga menggunakan kata fitnah yang berarti mengucapkan pernyataan palsu untuk merusak reputasi seseorang. Fitnah dapat menghancurkan pernikahan, pekerjaan, kekayaan, dan keluarga seseorang. Lidah memiliki kekuatan dan kita harus berhati-hati dengan cara kita menggunakan kata-kata. Alkitab mengatakan kata-kata apa yang harus kita ucapkan dan yang tidak seharusnya. Jika kita sedang berjuang dengan gosip atau mengenal seseorang yang banyak bergosip, pelajari ayat-ayat Alkitab dan pilihlah untuk membantu menghentikan itu.

  1. Efesus 4:29

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

  1. Keluaran 23:1

Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.

  1. Yakobus 1:26

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

  1. Yakobus 4:11

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.

  1. Amsal 10:18

Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.

  1. Amsal 16:28

Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

  1. Amsal 20:19

Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.

  1. Mazmur 34:14

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

  1. Mazmur 141:3

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

  1. Amsal 18:6-7

Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan. Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

Semoga setelah ini kita bisa menggunakan lidah sebagaimana Tuhan ciptakan. Namun, kiranya itu tidak berhenti di bulan agustus ini saja, tetapi terus berlanjut setiap harinya di dalam kehidupan kita.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *