Jangan Ragukan Kuasa Tuhan!


John Lennon (group band The Beatles), saat masih hidup, pernah mengatakan dalam sebuah interview oleh American Magazine, ”Kekristenan akan berakhir dan hilang, saya tidak perlu menjelaskannya. Yesus sich oke, tapi pengajaranNya terlalu sederhana.” Dan juga pada saat interview-interview yang lain lagi, mengatakan sesuatu yang seakan menantang Tuhan, “Sekarang ini kami (The Beatles) lebih terkenal daripada Dia” (1966). Sesaat setelah mengatakan bahwa The Beatles lebih terkenal dari Tuhan Yesus, John Lennon ditembak mati oleh fansnya.

Setelah selesai membuat kapal Titanic, seorang reporter bertanya seberapa aman kapal Titanic dan Thomas Andrews (yang mendesign Titanic) dengan bangganya mengatakan, ”Bahkan sekalipun Tuhan tidak dapat menenggelamkan kapal ini.” Tapi seperti yang kita ketahui bahwa saat pelayaran ke Amerika Serikat, kapal tersebut menabrak gunung es, yang merupakan ciptaan Tuhan, dan terbelah dua lalu tenggelam ke laut.

Marylin Monroe (aktris terkenal dari Amerika Serikat), didatangi oleh pendeta bernama Billy Graham setelah memimpin Ibadah Kebangkitan Rohani, yang mengatakan bahwa Roh Kudus mengirimnya untuk menyampaikan sesuatu kepada dia. Setelah Billy Graham mengatakan kata-kata yang baik itu, Marilyn berkata, “Maaf, saya tidak perlu Yesus-mu”, dan selang seminggu kemudian, Marilyn Monroe ditemukan meninggal di apartemennya akibat mengonsumsi terlalu banyak pil tidur.

Demikian beberapa kasus orang-orang terkenal yang meremehkan Tuhan Yesus dan kita tahu akibatnya. Mungkin di antara kita menganggap bahwa hal itu adalah sebuah kebetulan dan memang sudah saatnya orang-orang tersebut meninggal. Namun kita sebagai orang percaya, yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus sebagai pencipta mempunyai kuasa penuh atas apa yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Saat kita diperhadapkan dengan tantangan berat yang nampaknya menghadang perjalanan untuk mencapai janji Tuhan di hadapan kita, bagaimanakah respon kita?
Apakah kita akan mundur, berdiam saja atau tetap melangkah maju?

Hal seperti itu terjadi tatkala bangsa Israel hendak memasuki Tanah Perjanjian. Para pengintai melihat penduduk disana yang tinggi besar dan mereka menjadi takut. Mereka kehilangan kepercayaan kepada kuasa Allah. Dari duabelas orang pengintai, sepuluh orang tidak percaya mereka akan meraih janji Allah.  Dan akibatnya hampir semua bangsa Israel menjadi tawar hati terhadap janji Allah. Mereka pun kehilangan iman dan bimbang serta meragukan Tuhan.

Tuhan mau agar kita mempercayai Dia dengan sungguh-sungguh. Jangan bimbang dan tawar hati.  Walaupun ada tantangan yang besar, “tembok tinggi”, “jurang yang lebar”, dan segala sesuatu yang membuat nampaknya mustahil, namun percayalah tetap kepada Tuhan. Dia sanggup dan maha kuasa.  Tuhan dapat membuat jalan di saat tiada jalan.

Roma 4:20  berkata: “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,”

Mari, bangkitlah dari keterpurukan iman dan keputusasaan. Jangan ragukan kuasa-Nya dan janji-Nya.  Tuhan Yesus akan mengerjakan yang terbaik dalam kehidupan kita dengan kuasa-Nya yang ajaib.

“Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.” (2 Korintus 1:20)

“Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan?…” (Kejadian 18:14)

Semua janji Tuhan itu ya dan amin!

Daud, seorang yang memiliki banyak pengalaman pribadi bersama Tuhan dan telah mengecap kebaikanNya, pun mencatat bahwa: “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” (Mazmur 12:7). Karena itu mari kita jalani hari-hari dengan penuh iman. Yakinlah bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanaNya yang gagal. Jika kita terus ragu akan kuasa Tuhan, mustahil kita akan mengalami penggenapan janji Tuhan. Jangan mau diprovokasi oleh Iblis yang tiada henti-hentinya membisikkan hal-hal negatif ke telinga orang percaya supaya takut, cemas dan kuatir.

Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita; Ia dapat menggunakan cara-cara yang sederhana untuk menyelesaikan masalah-masalah besar. Bangsa Israel dipelihara Tuhan secara ajaib selama 40 tahun di padang gurun; tembok Yerikho yang terkenal sangat kuat akhirnya runtuh ketika bangsa Israel mengelilinginya sebanyak tujuh kali dengan disertai tiupan sangkakala; Goliat, si raksasa dari Filistin, tewas di tangan Daud hanya dengan ketapel dan batu; Elia dipelihara Tuhan di tepi sungai Kerit melalui burung gagak; Tuhan Yesus hanya dengan lima roti dan dua ikan sanggup memberi makan 5000 orang. Adakah sesuatu yang terlalu besar untuk dilakukan Tuhan?

Itulah sebabnya “…kepada Tuhan aku percaya dengan tidak ragu-ragu.” (Mazmur 26:1)

Tuhan Yesus berkata, “…Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” (Markus 11:23). Jadi tidak ada gunung persoalan yang tak dapat terselesaikan di dalam Tuhan. Di masa-masa sekarang ini banyak sekali kesukaran terjadi tetapi kita pasti akan mampu melewatinya sebab ada Tuhan Yesus yang menjadi jaminan hidup kita, di mana pertolonganNya tidak pernah terlambat! Pujian ini semoga bisa menguatkan Click Disini

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *