Jangan Iri Hati Terhadap Orang Lain


Iri hati adalah sebuah kata yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam lingkungan keluarga, tempat tinggal, sekolah, kantor, bahkan juga di gereja.  Di keluarga, seorang adik iri hati kepada kakaknya ketika orangtuanya membelikan handphone baru buat sang kakak. Seorang teman iri hati ketika melihat rekan sebangkunya memperoleh nilai tertinggi dalam ujian fisika di kelas. Di kantor, si A iri hati kepada si B karena B mendapatkan promosi jabatan.  Di gereja rasa iri hati juga melanda orang-orang yang bekerja di ladang Tuhan.  Seorang hamba Tuhan iri hati terhadap rekan sesama hamba Tuhan karena jemaatnya lebih banyak dan pelayanannya lebih berhasil. Betapa iri hati itu telah merasuki semua kalangan, bukan saja orang awam, tapi pelayan Tuhan pun terkena dampaknya.

Apa itu iri hati?  Iri hati bisa diartikan perasaan kurang senang bila melihat orang lain beruntung atau berhasil dalam hidupnya. Iri hati juga bisa diartikan rasa cemburu atau sirik terhadap orang lain.  Yang jelas, orang yang iri hati adalah orang yang selalu tidak bisa menerima kenyataan keberhasilan orang lain. Layaknya penyakit sudah pasti akan menggerogoti badan dan jiwa si penyandang sifat iri hati. Kondisi ini biasanya hinggap di jiwa yang kerdil, pikiran yang dangkal dan kurang ilmu. Termasuk juga kepada orang yang kurang pergaulan. 

“Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?”  -1 Korintus 3:3b

Dalam Yakobus 3:16 dikatakan,  “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”  Jadi iri hati menurut Alkitab adalah sangat berbahaya:  mengakibatkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.  Seseorang yang hatinya dipenuhi iri hati dipastikan jarang sekali atau bahkan tidak pernah bisa mengucap syukur kepada Tuhan. Ia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain:  “Dia diberkati, mengapa aku tidak?  Tuhan kok tidak adil ya?”  Akibatnya ia pun kehilangan damai sejahtera di hati.

Supaya terlepas dari rasa iri hati kita harus makin mendekat kepada Tuhan, membangun kekariban dengan Tuhan melalui doa.  Jangan sedikit pun memberi celah kepada Iblis!  Iri hati adalah senjata Iblis untuk menghancurkan orang percaya.  Inilah nasihat Paulus,  “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”  -Filipi 4:8

Tips menghadapi orang yang iri hati:

  1. Kita harus mempunyai pemahaman lebih terhadap mereka. Mereka pasti merasa iri hati karena merasakan sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Jika kita bisa, cobalah untuk mengisi kesenjangan dalam hidup dan membantu mereka dengan memotivasinya untuk mencapai lebih dari itu.
  2. Jagalah sikap positif terhadap mereka. Bertukar getaran negatif hanya akan membuat merasa lebih pahit terhadap satu sama lain. Memang hal itu terasa susah, tapi harus dicoba untuk bersikap baik kepada mereka yang diam-diam mengharapkan kita jatuh.
  3. Berilah pujian kepada mereka atas hal-hal yang sebelumnya pernah dilakukan ataupun dipunyai oleh mereka. Ini akan membuat mereka menyadari bahwa kita sendiripun juga kekurangan hal-hal tertentu. Ini akan membantu mereka bersyukur untuk hal-hal yang mereka miliki dalam hidup.
  4. Selalu bersikap low profile dan jangan takabur.
  5. Bantu mereka merangkul realitas kehidupan. Kita tidak bisa memiliki semuanya tapi kita pasti bisa berusaha ke arah yang lebih baik. Jika mereka iri terhadap penampilan kita yang nampak terawat dengan baik, ajaklah mereka juga untuk berpenampilan modis dan merawat diri. Jika mereka iri dengan hal-hal yang kita raih, berilah motivasi pada mereka untuk bekerja lebih smart.
  6. Jangan mencoba untuk menunjukkan senyum palsu ketika kita menyapa mereka.
  7. Jangan menyombongkan diri dengan prestasi yang telah kita lakukan. Karena akan membuat mereka iri hati, bahkan mereka bisa saja berharap kita jadi bangkrut secepat mungkin.
  8. Bisa meminta teman-teman lain dari lingkaran rekan yang sama untuk membantu menangani situasi ini. Mungkin seseorang akan dapat membuat mereka yang iri hati menyadari bahwa mereka telah salah dan membantu memperbaiki perilakunya.
  9. Jika mereka tetap tidak bisa melepaskan diri dari rasa iri yang mengganjal, kita harus mencoba melupakannya. Cobalah untuk mengabaikan mereka tetapi tunjukkanlah rasa perdamaian untuk menghindari mencari permusuhan.

Siapa yang akan berjingkrak kegirangan jika di antara anak-anak Tuhan saling iri hati?  Pastinya Iblis!  Kita harus sadar, ditinjau dari sudut mana pun iri hati sama sekali tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya hanya akan merusak dan menghancurkan diri kita, juga orang lain.

Masih iri hatikah kita?  Tidak ada jalan lain, harus segera bertobat, mohon pertolongan Roh Kudus dan milikilah penyerahan diri kepada Tuhan. Kita harus memenuhi pikiran kita dengan perkara-perkara yang positif!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *